08/05/09

Mengembangkan Kurikulum Sekolah secara Bijak

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat tawaran dari seorang rekan untuk turut membantu proses perubahan sebuah sekolah nasional menjadi sekolah nasional bertaraf internasional (SNBI).

Sebelum melangkah lebih jauh, saya akan membahas sedikit tentang SNBI. SNBI adalah gagasan dari pemerintah Indonesia yang didasari atas adanya tren kebutuhan masyarakat Indonesia yang saat ini tengah gandrung dengan pendidikan luar negeri. Banyak orang tua yang ingin anaknya dapat melanjutkan pendidikan di luar negeri, sehingga dari awal sudah menyekolahkan anaknya di luar negeri, atau paling tidak menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah internasional yang saat ini tengah menjamur di Indonesia.

Untuk mengantisipasi terkikisnya jiwa kebangsaan di dalam diri generasi muda, serta menjadi alternatif atas tumbuhnya sekolah-sekolah internasional serta tren menyekolahkan anak ke luar negeri, maka digagaslah SNBI.

Saat ini, beberapa sekolah di propinsi-propinsi di Pulau Jawa telah ditunjuk oleh Depdiknas untuk menyelenggarakan kelas rintisan internasional. Harapannya, dari sekolah-sekolah yang ditunjuk tersebut dapat menjadi SNBI, setelah mendapat evaluasi setelah selang beberapa waktu.

Jika saya lihat, ada upaya penyederhanaan masalah yang dilakukan oleh Depdiknas menyangkut sistem pendidikan nasional Indonesia. Semestinya pendidikan harus dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia, tidak hanya orang-orang yang mampu saja. Semestinya juga, pendidikan di Indonesia juga kompatibel dengan pendidikan di luar negeri, sehingga lulusan SMA di Indonesia dapat dengan mudah melanjutkan pendidikannya di luar negeri, tanpa harus repot-repot mengikuti pendidikan di sekolah internasional atau SNBI. Namun saya melihat juga, bahwa tingkat kesenjangan pendidikan di Indonesia terlalu jauh, antara kota dengan desa, antara Jawa dengan luar Jawa, antara sekolah yang berkualitas bagus dengan sekolah yang kurang bagus, sementara tantangan persaingan dengan sekolah internasional/luar negeri begitu nyata karena globalisasi dan liberalisasi di bidang pendidikan, sehingga akhirnya Depdiknas memilih untuk mengembangkan SNBI, ketimbang memperbaiki kurikukulum nasional secara keseluruhan.

Yah, barangkali perbaikan kurikulum nasional juga tengah dilakukan, walaupun saya rasa itu tidak lebih mudah daripada mengubah sebuah sekolah menengah yang kualitasnya sudah bagus menjadi sebuah SNBI.

Bicasa soal SNBI, tidak bisa dilepaskan dari kurikulum yang akan menjadi batang penyangganya. Pertanyaannya, akan seperti apakah kurikulum yang akan digunakan oleh SNBI. Depdiknas menyebutkan bahwa kurikulum yang akan digunakan oleh SNBI adalah kurikulum nasional (2004) yang dimodifikasi dengan penambahan penggunaan bahasa Inggris dalam kurikulum serta pemberian materi pelajaran. Pertanyaan berikutnya apakah ini cukup atau dirasa berlebihan, dalam upaya untuk mempersiapkan lulusan Indonesia yang siap untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri dan bertarung di tingkat global?

Berbagai keluhan selama ini sering diutarakan baik oleh guru, murid, orang tua murid maupun masyarakat Indonesia lainnya dalam menyikapi kurikulum pendidikan nasional yang dirasa terlalu banyak memuat materi-materi pelajaran. Beberapa pakar pendidikan pun menemukan bahwa kurikulum Indonesia lebih padat ketimbang kurikulum negara lain. Jika kita lihat kurikulum negara maju, kurang lebih hanya akan berisi matematika, sains, dan bahasa, sementara pelajaran-pelajaran lain bersifat minor dan opsional. Kurikulum di negara-negara maju lebih menitikberatkan pada upaya pemahaman dan pendalaman materi ketimbang pada upaya pemberian materi sebanyak-banyaknya kepada anak didik. Hal ini menjadi bekal yang kuat, manakala anak didik melanjutkan pendidikan di tingkat perguruan tinggi.

Rekomendasi saya, kurikulum SNBI seharusnya tidak hanya merupakan penerjemahan begitu saja terhadap kurikulum nasional yang ada saat ini, tetapi jika perlu dilakukan reformasi terhadap materi dan cara pengajarannya. Bidang-bidang studi yang ada dapat dirampingkan namun diperkuat dasar pemahamannya, bukan diperbanyak materinya.

SNBI seharusnya bisa menjadi sebuah pilot project yang tepat bagi Depdiknas dalam upaya mengembangkan kurikulum nasional yang lebih baik dan kompatibel terhadap sistem pendidikan di negara-negara lain. Untuk itu inovasi-inovasi dan gagasan yang cerdas harus diijinkan agar SNBI tidak hanya menjadi sekolah nasional biasa tapi pemberian pelajarannya menggunakan bahasa Inggris, namun benar-benar menjadi sekolah yang berkualitas bagus, yang lulusannya mampu bersaing di tingkat internasional. Ini memang bukanlah hal yang mudah, perlu evaluasi yang terus menerus terhadap pelaksanaan kurikulumnya agar jangan sampai terjadi kualitas sekolah jadi menurush setelah sekolah menjadi SNBI, karena siswanya tidak memahami pelajaran yang diberikan oleh gurunya dalam bahasa Inggris.

sumber : http://beinghuman.blog.friendster.com/2006/04/mengembangkan-kurikulum-sekolah-secara-bijak/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar