07/03/09

^^MANAJEMEN KESISWAAN part 4^^

Mengarahkan Kecerdasan Peserta Didik

Oleh MULYANA

Seorang guru hendaknya mengetahui kecerdasan setiap peserta didiknya karena kecerdasan peserta didik dapat diarahkan supaya menghasilkan prestasi yang gemilang dan membanggakan peserta didik, guru, dan orang tua.

Pada dasarnya seorang guru adalah seorang yang memiliki makna di masyarakat digugu dan ditiru. Oleh karena itu, seorang guru harus dapat memberikan contoh yang baik kepada semua peserta didiknya dan kepada masyarakat. Sebab, banyak guru yang sifatnya tidak sesuai dengan kode etiknya sebagai seorang pendidik dan memiliki sifat yang acuh pada kegiatan peserta didik dan tidak mendukung terhadap semua kegiatan positif yang dilakukan peserta didik. Bahkan, banyak guru yang tidak dapat mengarahkan kecerdasan yang dimiliki setiap peserta didiknya. Padahal kalau diarahkan, kecerdasan itu akan menjadi lebih menonjol dan tersalurkan.

Menurut Prof. Dr. Howard Gardener, kecerdasan itu dibagi menjadi delapan bagian, di antaranya Kecerdasan Linguistik, Kecerdasan Logikal Mathematic, Kecerdasan Visual Spatial, Kecerdasan Bodilly Kinesthetic, Kecedasan Musikal, Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan Intrapersonal, dan Kecerdasan Naturalis. Untuk mengetahui bagaimana cara mengarahkan kecerdasan pada setiap peserta didik, sudah sepantasnya seorang guru memahami setiap peserta didiknya. Ada beberapa tips atau saran agar guru dapat mengetahui bakat yang dimiliki setiap peserta didik, sehingga menjadi menonjol dan menghasilkan prestasi yang membanggakan pihak sekolah, orang tua, dan tentunya peserta didik itu sendiri.

1. Kecerdasan Linguistik adalah suatu kecerdasan yang sangat menonjol dengan kemampuan peserta didik, yaitu menulis karangan, pandai berbicara, pandai merangkai kata, suka berimajinasi. Maka tugas seorang guru bahasa Indonesia dan orang tua harus dapat menyalurkan bakatnya dengan mengikutsertakan peserta didiknya pada acara lomba menulis fikisi maupun nonfiksi. Supaya bakatnya itu terarahkan.

2. Kecerdasan Logical Mathematic adalah kecerdasan yang sifatnya sangat konkret atau idealis. Kecerdasan ini muncul jika peserta didik suka mengeksplorasi, tidak mudah percaya tanpa ada bukti-bukti yang konkret/nyata, suka coba-coba. Dan tugas seorang guru matematika, guru kimia, guru fisika, harus dapat menyalurkan bakatnya dengan cara memberikan pengarahan yang benar supaya bakatnya tersalurkan ke dalam sains. Guru dapat mengikutsertakan dalam kegiatan perlombaan, seperti olimpiade sains.

3. Kecerdasan Visual Spatial adalah kecerdasan yang merupakan kecerdasan yang lebih menyukai bahasa gambar bila dibandingkan dengan bahasa tulisan. Oleh karena itu, seorang guru gambar teknik dan guru kesenian dan orang tua harus dapat mengarahkan kecerdasan ini dengan mengikutsertakan pada lomba desain grafis dan lomba melukis.

4. Kecerdasan Bodilly Kinesthetic adalah kecerdasan peserta didik lebih yang suka melakukan banyak gerak tubuh. Hal yang paling menonjol pada bidang olah raga, drama, dan pantomim. Maka guru olah raga dan guru bahasa Indonesia harus dapat mengarahan kecerdasan peserta didiknya dengan mengikut sertakan pada kegiatan perlombaan olah raga.

5. Kecerdasan Musikal adalah kecerdasan yang menonjol pada anak yang suka bersenandung, lebih cepat tanggap pada ritme nada bila dibandingkan dengan menghafal teori/pelajaran. Tipe kecerdasan ini harus diarahkan pada bidang perlombaan menyanyi.

6. Kecerdasan Intrapersonal adalah kecerdasan yang memiliki ciri suka bersosialisasi dengan lingkungannya, pandai berbicara, mudah bergaul, murah senyum, suka menganalisis dirinya dan suka menganalisis kejadian lingkunganya. Diharapkan, guru bahasa Indonesia dan guru bahasa Inggris untuk mengikutsertakan dalam lomba pidato bahasa Indonesia maupun pidato bahasa Inggris, dan presenter/penyiar.

7. Kecerdasan Interpersonal adalah kecerdasan yang memahami secara utuh akan dirinya, dan cirinya berpembawaan tenang, tidak mudah marah atau tersinggung.

8. Kecerdasan Naturalis adalah kecerdasan yang menonjol pada anak yang lebih menyukai hal-hal yang sifatnya alamiah, berpembawaan lebih mementingkan kepentingan lingkungannya, dan memiliki komitmen yang tinggi untuk melestarikan lingkungan. Kecerdasan ini harus diarahkan pada bidang ekstrakulikuler di sekolah, misalnya dengan mengikuti kegiatan pencinta alam.

Seorang guru yang kreatif akan dapat menganalisis dan mengarahkan peserta didik supaya bakatnya lebih tergali.***

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=51478

Tidak ada komentar:

Posting Komentar